mee!!

pendahuluan@@

Kamis, 03 Juli 2014

Perbedaan Proposal Ilmiah dan Non Ilmiah

Perbedaan Komponen Proposal Ilmiah dan Non Ilmiah

1.      Pengertian Karangan
Menurut Lamuddin Finozza karangan adalah hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan. Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.
A.    Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Atau dapat dikatakan karangan ilmiah merupakan laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang telah ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Karangan ilmiah memiliki ciri-ciri sehingga karangan tersebut dapat dikatakan sebagai suatu karangan ilmiah, adapun ciri-cirinya seperti berikut ini :
1)      Sistematis artinya suatu dalam menuliskan karangan ilmiah harus mengikuti suatu pola urutan tertentu.
2)      Objektif artinya penulisan karangan ilmiah harus sesuai dengan hasil yang diperoleh dari penelitian.
3)      Cermat, tepat, dan benar
4)      Tidak persuasive
5)      Tidak argumentif
6)      Tidak emotif
7)      Tidak mengejar keuntungan sendiri
8)      Tidak melebih-lebihkan sesuatu
Karangan ilmiah memiliki berbagai macam jenisnya. Berikut ini merupakan jenis karangan ilmiah:
1)      Makalah yaitu karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat empiris-objektif
2)      Laporan penelitian yaitu suatu hasil atau kesimpulan yang diperoleh melalui suatu penelitian yang dituangkan kedalam suatu laporan.
3)      Kertas kerja yaitu makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius biasanya disajikan dalam lokakarya.
4)      Skripsi yaitu karya tulis ilmiah yang didasarkan atas suatu landasan teori untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada. Skripsi dibuat untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (s1)
5)      Tesis yaitu karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih kompleks dari skripsi. Tesis dibuat untuk mendapatkan gelar sarjana strata 2 (master).
6)      Disertasi yaitu suatu karya tulis ilmiah yang dibuat untuk mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan berdasarkan data dan fakta dengan analisis yang lebih terinci. Disertasi dibuat untuk mendapatkan gelar sarjana strata 3 (doctor)

B.     Karangan Non Ilmiah
Karangan non illmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Bahasa dalam karangan non ilmiah menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah umum yang dipahami semua kalangan dan menggunakan kalimat yang kurang efektif. Adapun cirri-ciri karangan non ilmiah yaitu :
1)      Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2)      Fakta yang disimpulkan subjektif
3)      Gaya bahasa konotatif dan popular
4)      Tidak memuat hipotesis
5)      Penyajian dibarengi dengan sejarah
6)      Bersifat imajinatif
7)      Situasi didramatisir
8)      Bersifat persuasive
Karangan ilmiah memiliki berbagai macam jenisnya. Berikut ini merupakan jenis karangan ilmiah:
1)      Dongeng
2)      Cerpen
3)      Novel
4)      Roman
5)      Anekdot
6)      Hikayat
7)      Cerber
8)      Puisi
9)      Naskah drama

C.    Perbedaan Komponen Proposal Ilmiah dan Non Ilmiah
Proposal ilmiah dan non ilmiah memiliki perbedaan komponen-komponen didalam masing-masing karya tulis tersebut. Pada proposal formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu :

1)      Bagian pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari beberapa bagian yaitu sampul dan halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, dan lembar pengesahan.
2)      Isi proposal
Isi proposal ilmiah terdiri dari beberapa bagian yaitu latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar, metodologi, fasilitas, personalia, keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.
3)      Bagian Pelengkap penutup
Bagian ini terdiri dari beberapa bagian yaitu daftar pustaka, lampiran, tabel dan sebagainya.
Sedangkan proposal non ilmiah komponennya merupakan variasi bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

D.    Contoh Proposal Ilmiah
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
            Internet seringkali disebut sebagai dunia tanpa batas. Beragam informasi bisa didapat di internet dan siapapun bisa mengakses informasi tersebut. Seiring perkembangan teknologi informasi, internet tak hanya memberikan kontribusi positif bagi kehidupan tetapi juga ancaman. Ancaman lebih menakutkan justru datang dari dunia maya, mulai dari serangan virus, Trojanm phishing hingga cracker yang biasa mengotak-atik keamanan sistem komputer.
            Terhubung ke internet ibaratnya membuka pintu komputer untuk bisa diakses oleh siapapun. Melalui pintu tersebutlah, anda dengan sangat mudah bisa menjelajahi belantaran dunia maya entah itu untuk berbelanja online, membaca berita terkini, mengirim e-mail dan lain sebagainya. Namun melalui pintu itulah, hacker bisa masuk dan dengan mudah menghancurkan bahkan mengambil alih kendali system komputer. Pada banyak kesempatan, kita perlu menentukan pilihan mana yang harus dipercaya dan mana yang tidak.
            Sekalipun sesuatu itu berasal dari sumber yang terpercaya dan aman untuk dijalankan. Bisa saja anda menerima e-mail dari sumber terpercaya yang di dalamnya disertakan sebuah link dan mengkliknya. Namun siapa sangka jika ternyata melalui link tersebut, hacker menyisipkan program jahat untuk memata-matai komputer tanpa sepengetahuan Anda. Untuk itulah, komputer membutuhkan suatu benteng yang mampu melindungi komputer dari ancaman berbahaya di internet. Pada dunia maya, benteng atau pelindung ini disebut dengan firewall.
            Keamanan komputer maupun jaringan komputer, terutama yang terhubung ke internet harus direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik agar dapat melindungi sumber daya (resource) dan investasi di dalamnya,. Informasi (data) dan pelayanan sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi suatu organisasi, baik yang berupa organisasi komersia (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi).
1.2. Perumusan Masalah
            Perumusan masalah yang diambil yaitu, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk melakukan optimalisasi firewall pada jaringan skala luas ?
1.3. Tujuan Penelitian
            Berdasarkan dari latar belakang tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengoptimalisasikan firewall pada jaringan sehingga dapat mengurangi ancaman-ancaman yang terdapat di dalam dunia internet dan kita menjadi merasa lebih nyaman dalam menjelajahi dunia internet.
1.4. Manfaat Penelitian
            Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat mengenai betapa pentingnya keamanan jaringan khususnya pada jaringan internet. Dan juga diharapkan agar masyarakat mengetahui macam-macam jaringan komputer, informasi mengenai firewall dan juga hal-hal apa saja yang perlu diketahui untuk optimalisasi firewall pada jaringan skala luas.




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Jaringan komputer
Jaringan komputer merupakan sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna untuk melakukan pertukaran informasi berupa dokumen atau data mencetak dengan printer yang sama melalui beberapa komputer, menggunakan software yang saling terhubung. Terdapat 3 jenis jaringan komputer yaitu :
a.       Local Area Network (LAN)
LAN adalah merupakan suatu jaringan dengan area yang relative kecil. Lan biasanya hanya mencakup area 1 KM persegi. Contoh area sekolah.
b.      Metropolitan Area Network (MAN)
MAN biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN. MAN dapat mencakup area mencapai satu provinsi. Misalnya jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam satu kota dihubungkan antara cabang yang satu dengan yang lainnya.
c.       Wide Area Network (WAN)
WAN merupakan jaringan yang area sudah lebih besar dari MAN. WAN biasanya sudah menggunakan satelit ataupun kabel dibawah laut untuk menghubungkan jaringannya. Misal jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain.

2.2. Firewall
Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, bik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak semua kegiatan pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya.
Firewall didefinisikan sebagai sebuah komponen atau kumpulan komponen yang membatasi akses antara sebuah jaringan yang diproteksi dan internet, atau antara kumpulan-kumpulan jaringan lainnya (Building Internet Firewalls, oleh Chapman dan Zwicky). Firewall mempunyai beberapa tugas :
a.       Pertama dan yang paling penting adalah : harus dapat mengimplementasikan kebijakan security di jaringan (site security policy).
b.      Melakukan filtering : mewajibkan semua trafik yang ada untuk melewati bagian firewall agar dapat diseleksi berdasarkan IP, nomor port, arahnya dan disesuarkan dengan kebijakan security.
Ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan oleh firewall :
a.    Firewall tidak bisa melindungi dari serangan orang dalam
b.    Firewall tidak bisa melindungi serangan yang tidak melalui firewall tersebut.
c.    Firewall tidak bisa melindungi jaringan internal terhadap serangan-serangan model baru.
d.    Firewall tidak bisa melindungi jaringan terhadap virus.

Karakteristik firewall yaitu :
a.    Seluruh kegiatan dari dalam ke luar harus melalui firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi semua jaringan local kecuali melalui firewall.
b.    Hanya kegiatan yang terdaftar yang dapat melakukan hubungan, hal ini dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan local.
c.    Firewall itu sendiri haruslah kebal atau kuat terhadap serangan.

Teknik yang digunakan firewall :
a.    Service control (kendali terhadap layanan)
Firewall akan memeriksa no IP addres dan nomor port yang digunakan baik pada protocol TCP dan UDP, bahkan bisa untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan sebelum mengijinkannya.
b.    Direction Control (kendali terhadap arah)
Berdasarkan arah dari berbagai permintaan terhadap layanan yang akan dikenali dan di ijinkan lewat firewall.
c.    User control (kendali terhadap pengguna)
Berdasarkan user untuk menjalankan layanan. Artinya ada user yang dapat menggunakan layanan ada juga yang tidak. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan local untuk mengakses keluar.
d.    Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)
Firewall dapat menyaring email untuk mencegah spam.

  

Tipe – tipe Firewall :
a.    Packet filtering Router
Packet ini diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut. Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan transport header, termasuk alamat awal IP dan alamat tujuan IP, protocol UDP dan TCP, serta nomor port. Kelebihan tipe ini mudah untuk diimplementasikan, transparan untuk pemakai dan relative cepat.
Sedangkan kelemahan tipe ini rumitnya menyetting paket yang akan difilter. Sementara serangan yang dapat terjadi pada tipe ini :
1.    IP addres spoofing : penyusup dari luar dapat masuk dengan menggunakan IP yang telah di izinkan melalui firewall.
2.    Source routing attacks : tidak menganalisa informasi routing sumber IP, sehingga mungkin untuk membypass firewall.
3.    Tiny Fragment attacks : membagi IP kedalam bagian lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi TCP header. Serangan ini berharap firewall hanya memeriksa IP awalnya saja sehingga bagian IP yang lain dapat masuk.

b.    Application-Level Gateway
Tipe ini biasa juga dikenal proxy server yang berfungsi menyalurkan arus aplikasi. Cara kerjanya adalah apabila ada pengguna memakai aplikasi semisal ftp untuk masuk secara remote, maka gateway akan meminta memasukkan alam remote host yang akan diakses. Saat pengguna mengirimkan user ID maka gateway akan berhubungan dengan aplikasi remote host tersebut dan menyalurkan data antara kedua tiitik. Jika data tidak sesua maka firewall akan menolaknya. Kelebihan tipe ini relative lebih aman daripada tipe packet filtering router. Sedangkan kelemahan tipe ini tambahan berlebih di setiap hubungan.

c.    Circuit-Level Gateway
Tipe ini merupakan sistem yang berdiri sendiri. Dimana cara kerjanya  gateway mengatur kedua hubungan TCP, 1 antara dirinya dengan TCP pada pengguna local, sedangkan 1 lagi antara  dirinya dengan TCP pada pengguna luar. Saat terjadi 2 hubungan. Gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu hubungan ke lainnya. Pengamanannya terletak pada hubungan mana yang di izinkan.

Merencanakan jaringan dengan firewall berkaitan erat dengan jenis fasilitas apa yang disediakan bagi para pemakai, umumya terdiri dari bagian filter dan bagian gateway.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metodologi Penelitian
            Metodologi penelitian merupakan suatu proses berpikir yang sistematis yang terdiri atas tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam jurnal penelitan kali ini adalah dengan studi literatur dimana penjelasannya seperti berikut ini.
Melakukan identifikasi masalah dilakukan dengan cara mencari permasalahan yang dapat diselesaikan oleh penulis atau dengan arti lain dapat dilakukan analisis terhadap masalah yang pada proses optimalisasi firewall pada jaringan skala luas. studi literature dilakukan bersamaan dengan identifikasi masalah untuk menunjuang penelitian yang memberikan wawasan secara teoritis dan berperan dalam pengumpulan informasi secara lengkap dalam memecahkan permasalahan. Studi literature yang dilakukan ialah menggunakan referensi dari buku, jurnal ilmiah dan informasi penunjang materi yang dibahas pada pembuatan laporan jurnal ilmiah ini. Setelah proses identifikasi masalah selesai selanjutnya adalah proses implementasi yakni mencari jawaban atas masalah yang dibahas pada jurnal ini. Pada jurnal ini dibahas bagaimana langkah-langkah untuk optimalisasi firewall pada jaringan skala luas.
Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar