mee!!

pendahuluan@@

Senin, 05 November 2012

KONFLIK ORGANISASIONAL

KONFLIK ORGANISASIONAL 

            Individu-individu dalam organisasi mempunyai banyak tekanan pengoperasi organisasional yang menyebabkan konflik. Bass mengemukkan berbagai contoh sebagai berikut :
Atasan menghendaki produksi lebih banyak; para bawahan menginginkan perhatikan lebih besar. Para langganan minta pengiriman lebih cepat; rekan sekerja mengharap penundaan skedul. Para konsultan menyarankan perubahan; para bawahan menolak perubahan. Buku pedoman menguraikan suatu rumusan ; staf mengatakan bahwa itu tidak akan berjalan.
            Secara lebih konsepsual. Litterer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional: 1) suatu situasi diama tujuan-tujuan tidak sesuai, 2) keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-alokasi sumber daya yang tidak sesuai, 3) suatu masalah ketidaktepatan status, dan 4) perbedaan persepsi. Sumber-sumber konflik organisasional ini sebagian besar merupakan hasil dinamika interaksi individual dan kelompok serta proses-proses psikologis.

Konflik Struktural
             Dalam organisasi klasik ada empat bidang struktur dimana konflik sering terjadi:
1.      Konflik hirarkis, yaitu konflik anatar berbagai tingkatan organisasi. Manajemen menengah mungkin konflik dengan personalia penyelia, dewan komisaris mungkin konflik dengan manajemen puncak, atau secara umum terjadi konflik antara manajemen dan para karyawan.
2.      Konflik fungsional, yaitu konflik anatara berbagai departemen fungsional organisasi. Sebagai contoh klasik , konflik anatara departemen produksi dana pemasaran dalam suatu organisasi perusahaan.
3.      Konflik lini-staf, yaitu konflik antara lini dan staf. Hal ini sering merupakan hasil adanya perbedaan-perbedaan yang melekat pada personalia lini dan staf.
4.      Konflik formal-informal , yaitu konflik anatara organisasi formal dan informal.
            Desain organisasi modern juga mengandung situasi-situasi konflik potensi. Secara khusus, organsasi proyek dan matriks secara struktual, menciptakan konflik. Manajer proyek dengan tanggung jawab tetapi tanpa wewenang, dan manajer pada suatu struktur matriks dengan seorang atasan fungsional serta pimpinan proyek menyajikan situasi-situasi konflik. Seperti telah dikemukakan dimuka, bahwa keberadaan konflik dalam desain organisasi modern juga dapat menujukan manfaat. Dalam banyak kasus desain organisasi, konflik ternyata dapat sangat mambantu manajemen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar